Buntil Tahu


Kangen buntil, susah cari daun tales di Hamburg. Daun singkong pun jarang ada biasanya di kirim dari Belanda. Sebagai penggantinya bisa digunakan Weinblätter, yang dapat di peroleh di toko Turki. Pertamakali nyoba bikin berdua sama mbak Yul, cukup repot juga, karena setelah daunnya diisi dengan campuran tahu, teri, kelapa, mulailah pekerjaan tangan dengan mengikat si buntil satu persatu dengan benang katun, biar isinya nggak brodol. Ternyata enny(trim´s ya) punya cara yg lebih praktis, cukup ditusuk dengan tusuk gigi, jadi lebih cepet. Si dedek termasuk penggemar buntil juga botok, biasanya jarang anak kecil suka buntil dan botok. Kalo udah ketemu buntil...wah..makannya jadi lahap. Kapan-kapan pengen coba bikin buntil pake daun Kohlrabi kayaknya enak juga.

Bahan:
Weinblätter secukupnya, masukkan sebentar di air mendidih.
1 buah tahu Hamburg (sorry, lupaaa..nggak di timbang)
100 g kelapa parut (kokosraspel)
50 g teri


Bumbu yang dihaluskan:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt terasi
2-3 buah cabe merah
2 cm kencur
gula pasir secukupnya
garam secukupnya

Bumbu untuk kuah santan:
Ambil Separuh dari bumbu halus di atas tumis dengan sedikit minyak goreng,
tambahkan 2 lbr daun salam dan 3 cm laos yang sudah dikeprek.
10 butir lombok hijau kecil utuh (cengek)
400 ml santan kaleng, tambahkan air secukupnya jika terlalu kental

Cara:
Tahu dihaluskan, campur dengan kelapa parut/kokosraspel, teri serta separuh dari bumbu halus di atas. Masukkan campuran tahu ini ke dalam weinblätter, gulung dan tusuk dengan tusuk gigi. Kukus buntil tahu ini kurang lebih 15 menit.
Setelah dikukus, siram buntil tahu dengan kuah santan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...